Balitbangda Ketapang Melakukan Swab Untuk Pegawai dan Penyemprotan Disinfektan Kantor Balitbangda Ketapang

Mengantisipasi merebaknya kasus-kasus baru pada klaster perkantoran, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Ketapang melakukan tes swab PCR (Polymerase Chain Reaction) bagi seluruh pegawai  Balitbangda Kabupaten Ketapang dan penyemprotan disinfektan pada kantor Balitbangda Kabupaten Ketapang  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang.

Pegawai Balitbangda Ketapang saat dilakukan test swab PCR di Kantor Balitbangda Ketapang
Penyemprotan disalah satu ruangan kantor Balitbangda Ketapang

Tes swab dilakukan terhadap 39 orang pejabat struktural dan pegawai PNS maunpun pegawai Non-PNS di lingkungan kantor Balitbangda Kabupaten Ketapang. Tes swab dilakukan pada Senin, 15 Maret 2021, sedangkan penyemprotan disinfektan dilakukan 3 hari sebelumnya yaitu pada Jum’at 12 Maret 2021 kemarin.

Kepala Balitbangda Kabupaten Ketapang, Dr. Ucup Supriatna, S.Pd., M.Pd. menyatakan bahwa pelaksanaan tes dan penyemprotan disinfektan secara masif di lingkungan kantor semacam ini penting sebagai langkah krusial ketika ada kasus baru yang ditemukan.

“Dengan pengetesan massal, kita baru bisa melihat sebetulnya seberapa luas penyebaran virusnya. Ini respon cepat kita agar penyebaran tidak meluas kemana-mana. Ini juga bagian dari perhatian kita yg serius terhadap resiko nyata dari aktivitas bekerja di kantor yg harus dikelola hati-hati dan seksama selama pandemi.” ungkapnya.

Kepala Balitbangda Kabupaten Ketapang juga menyatakan bahwa tes swab ini juga sudah disertai langkah tindak lanjut yang dipersiapkan dalam hal terdapat hasil swab yang positif diantara pegawai yang dites, meliputi perlakuan isolasi/perawatan, tracing lanjutan termasuk kepada keluarga.pegawai yg terindikasi, pendataan terpadu dan pendampingan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang.

“Intinya jangan main-main. Aktifitas di kantor harus betul-betul disertai penerapan protokol kesehatan yg ketat. 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas.) harus benar-benar dijalankan dengan disiplin” tegas Kepala Balitbangda Kabupaten Ketapang, Dr. Ucup Supriatna, S.Pd., M.Pd. (Rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *